Senin, 14 November 2011

Kehidupan Suku Dayak dan Modang Dewasa ini Inventarisasi Sebuah Proses Kemiskinan

Oleh : Franky Raden
IKTISAR
Bulan Maret menjadi saksi keberangkatan saya menuju daerah pedalaman Kalimantan Timur yang merupakan tempat bermukimnya suku Dayak. Tujuan awal dari expedisi saya ini adalah melongok dan mempelajari bentuk-bentuk kesenian mereka. Akan tetapi tujuan ini mengalami berubah arah setelah melihat kondisi sebenarnya selama 5 bulan terakhir.
Daerah pemukiman suku Dayak Kenyah dan Modang yang terletak di wilayah Kecamatan Ancalong, Kabupaten Kutai dengan Kota Tenggarong terutama menjadi sorotan saya. Daerah-daerah ini banyak menjadi penurunan nilai-nilai budaya, kesenian, agama, kbersamaan dan sistem ekonomi karena pengaruh budaya dari luar pulau yang terkesan lebih berpendidikan. Hal ini membuat masyarakat mulai meninggalkan tradisi-tradisi yang ada dan beralih ke budaya barat. Pada saat budaya barat masuk, mereka seperti kehilangan arah dan mulai menyadari mereka menuju kearah pemiskinan . Mereka merasa tidak mampu membeli alat elektronik seperti radio, tape maupun alat-alat lainnya yang awalnya bukanlah kebutuhan pokok mereka. Hal ini membuat mereka harus mengemis kepada para turis yang memegang kuasa penuh. Seperti hutan-hutan yang merupakan tempat pencaharian nafkah hidup mendadak dikunci oleh penguasa hutan-hutan tersebut. Miris memang melihat orang daerah sendiri harus mengais rejeki di kandang sendiri dengan mengemis kepada orang luar.
Hal ini seperti didaerah Nias dan Bali yang harus menjual budayanya agar dapat meneruskan hidup. Memang Indonesia baru merdeka, baru 34 tahun. Akan tetapi, kesan kemerdekaan yang terlalu terburu-buru dan kesalahan sistem dari pemerintah. Sekarang masalahnya adalah membawa dan memanfaatkan dan semua posisi dan kemungkinan itu untuk kepentingan Negara dan 140 juta manusia Indonesia.

ANALISIS
>> Unsur-unsur dan wujud-wujud kebudayaannya.
Unsur Idiil Aktivitas Fisik
1. Bahasa
Mempermudah penyampaian informasi
Penulis datang ketempat penelitian yang melakukan secara langsung dan terjadilah komunikasi
Penulis juga menulis kejadian yang terjadi.
Tulisan ataupun esai
2. Sistem teknologi
Mempermudah kerja manusia
-melakukan lalu lintas antar kota
-mendengarkan kaset
-Kapal, radio, tape, kaset, mesin jahit dan barang-barang lainnya.
3. Sistem ekonomi
Meningkatkan/menurunkan taraf hidup masyarakat
-melakukan penjualan dan pembelian hasil pertanian
-menawarkan barang-barang penduduk sehari-hari
-adanya warung-warung dimiliki oleh suku pendatang
-uang
-alat-alat kebutuhan sehari-hari
4. Organisasi sosial
Menyatukan sekumpulan orang yang berpikir satu tujuan
Melakukan tindakan pengawasan terhadap pemerintah
Lembaga sosial desa dan Balai pengobatan
5. Sistem pengetahuan
Membuat orang menjadi berpikirnya lebih maju
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar
Sekolah-sekolah
6. Kesenian
Memberikan ciri khas setiap daerah dan melestarikan budayanya.
Melakukan kegiatan berladang
Ladang-ladang
7. Sistem religi
Kepercayaan kepada Tuhan Yang MahaEsa
Beribadah
-Kristen
-Animisme (kepercayaan kepada roh-roh)

>>Gerakan Kebudayaan
Gerakan yang dilakukan berupa gerakan melakukan pembauran atau asimilasi untuk mewujudkan integrasi kebudayaan. Gerakan ini dilakukan dengan bercampurnya budaya luar yang nerpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat Dayak walaupun pembauran budaya ini lebih terkesan kearah negatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar